Penerapan SMEsIS (Small Medium Enterprise Innterconnection System) bagi UMKM hadapi Globalisasi Dunia Usaha

Akmal Abudiman Maulana,

Mahasiswa Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina

Globalisasi telah meruntuhkan dinding pembatas antarnegara dan menggantikannya dengan perdagangan bebas lintas negara. ACFTA (Asean-China Free Trade Agreement) adalah salah satu dari sekian momok yang bertahta di negeri ini. Pelaku usaha bahkan secara terpaksa menyuarakan kepesimisan akan pasar bebas ini, tak terkecuali UMKM. Kepesimisan ini juga berangkat dari  fakta bahwa ACFTA sudah membuat 40.000 pekerja di Jawa Barat kehilangan pekerjaan. Sebenarnya bukan masalah siap tidaknya untuk menggempur serbuan produk-produk atau barang-barang buatan asing, melainkan perjuangan untuk melakukan improvisasi internal saja masih belum kelar.

Di sisi lain, dapat dipastikan UMKM pun masih tak luput dari berbagai masalah utama, mulai dari permodalan, sumber daya manusia, manajemen tata kelola usaha, dan tidak sedikit UMKM yang kesulitan dalam mengakses, memanfaatkan, dan menguasai teknologi, dalam hal ini teknologi informasi dan komunikasi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa adopsi TI oleh UMKM masih rendah jika dibandingkan dengan perusahaan besar. Menurut hasil studi lembaga riset AMI Partners, hanya 20% UMKM di Indonesia yang memiliki komputer[i]. Jika ini dibiarkan begitu saja, akibatnya sektor-sektor yang menjadi tumpuan mayoritas masyarakat akan tergerus oleh “ombak zaman” yang semakin hari makin menggila. ,

Perhatian besar tentunya sangat perlu ditujukan terhadap unit-unit usaha ini jika memang UMKM tidak ingin dibiarkan tersapu dengan kompetisi produk-produk asing yang membanjiri tanah air. Tentunya perhatian pemerintah adalah salah satu andil yang besar dalam mengembangkan peran UMKM. Jika selama ini permodalan menjadi masalah utama UMKM, maka perlu dibidik lebih mendalam di mana permasalahan infrastruktur komunikasi dan informasi yang masih sangat minim, apalagi dibarengi dengan kesulitan dalam mengakses, memanfaatkan, dan menguasai teknologi terutama mereka yang di daerah-daerah dan tersebar di seluruh nusantara. Kesulitan dalam mengakses informasi yang membawa dampak pada kesulitan untuk mendapatkan bahan baku (produksi), mengakses pasar sehingga hanya bertengger pada satu pasar dan hanya di daerah itu sendri, hingga masih sulitnya mendapatkan koneksi langsung dari stakeholders yang akan sangat dibutuhkan peranannya oleh UMKM ini. Masalah permodalan bisa terpecahkan melalui UMKM yang telah mampu mengakses dan memanfaatkan teknologi, sehingga lahir UMKM yang self-employed.

Sebuah Konsep SMEsIS (Small Medium Enterprise Interconnection System)

Ketika masyarakat harus dibiarkan mandiri, maka setidaknya ada infrastruktur yang menopang mereka untuk bisa “berdiri tegak” tanpa harus menjadi “masyarakat manja”.

SMEsIS (Small Medium Enterprise Interconnection System) adalah suatu sistem jaringan yang akan mengkoneksikan semua usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Bukan hanya iu, sistem ini juga akan mengoneksikan ke segenap stakeholders UMKM seperti pemasok bahan baku/input, lembaga promosi/pemasaran, bank atau lembaga pendanaan, asosiasi bisnis, Kadin, sejumlah departemen terkait, Pemda, lembaga pelatihan dan lain-lain yang memiliki kaitan dalam menunjang UMKM yang professional.

Dengan sistem ini maka menyertai pengembangan UMKM, dari mulai pengadaan bahan baku, pengolahan dan peningkatan mutu produk, distribusi, dan kelayakan atas kondisi pasar yang ada.  Dengan demikian, diharapkan UMKM akan semakin efektif dan efisien, memenuhi kebutuhan skala lokal, bahkan jika memungkinkan juga kebutuhan dalam skala internasional.

Perhatikan gambar berikut ini

( gambar unknown)

Perhatikan gambar berikut ini

Kurang lebih seperti itulah jaringan yang akan terbangun dengan konsep SMEsIS. Dimana tidak harus dihalangi oleh lintas pulau atau apapun yang selama ada infrastruktur pendukung bagi koneksitas jaringan SMEsIS.

Mungkin yang menjadi tantangan klasik adalah kurangnya kapasitas lokal dengan keterbatasan dan kekurangan sarana finansial, sebagaimana pula dalam penguasaan informasi.  Kapasitas lokal seperti halnya dengan sumber daya manusia yang kurang mampu mengkases teknologi. Disinilah kita harus melibatkan pengangguran intelektual (intellectual unemployment). Banyak di daerah-daerah yang berstatus pengangguran intelektual (intellectual unemployment). Setiap tahun angka penganggguran intelektual (intellectual unemployment) masih tinggi. Dan itu hampir tersebar merata dengan gejala yang sama. Ini bisa dimanfaatkan dan dilibatkan untuk turut mengambil bagian dari kapasitas lokal dalam membenahi UMKM terkhusus dalam akses teknlogi informasi.

Tidak banyak UMKM yang telah memiliki kapasitas jaringan dan monitoring yang memungkinkan mereka untuk mampu mengakses informasi secara baik, ekonomis dan cepat.  Padahal, dengan tersediana fasilitas ini UMKM bisa menentang kehadiran resiko lebih parah, bila mereka mampu melakukan inovasi-inovasi yang didasarkan pada teknologi baru. Maka saya bisa katakana koonsep ini akan membawa kemajuan.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari konsep ini. Pertama, bagi masyarakat akan sangat membantu dalam menekan angka penganggguran intelektual (intellectual unemployment) dan mengenalkannya dunia teknologi. Kedua, bagi UMKM. Pastinya segudang manfaat bisa dinikmati oleh pelaku usaha ini. (a) tersedianya fasilitas yang mudah diakses, cepat, dan ekonomis (b) memudahkan koneksi sesama UMKM dalam regional, dan nasional serta stakeholders yang akan menjurus pada terciptanya efekftifitas dan efisiensi; (c) dengan tersedianya jaringan ini maka proses produksi, distribusi, dan pemasaran akan berjalan dengan baik tanpa harus terkendala lagi di salah satu komponen tadi; (d) meningkatkan daya saing UMKM dalam hal penciptaan UMKM yang professional dan berdaya saing global di tengah gempuran produk-produk luar negeri membanjiri tanah air; (e) meningkatkan daya inovasi karena semakin terbuka lebarnya jaringan internal dan eksternal.

Ketiga, bagi pemerintah. Ini akan membantu pemerintah dalam melakukan monitoring dan pendataan terhadap UMKM di setiap daerah seluruh Indonesia. Dengan hal itu maka akan mendorong aksi cepat tanggap dan adaptif terhadap hal-hal yang mungkin dihadapi oleh UMKM, sepeti permodalan dan lain-lain.

Format baru yang perlu dikembangkan ini dengan memakai teknologi yang tepat, merupakan awal yang baik bagi tumbuh berkembangnnya UMKM, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Meneropong Utilitas

Praktek pemasaran yang ang semakin kritis, dinamis, tuntutan beragam, dan sulit ditebak serta munculnya kopetitor skala nasional bahkan global mengharuskan UMKM untuk terus berinovasi dan SMEsIS sebagai salah satu jalam meretas UMKM tersebut.

Lalu pertanyaannya sekarang adalah pihak siapa yang harus menyediakan layanan tersebut ? bagaimanapun juga pemerintah masih memeliki peran terbesar dalam kelangsungan industry usaha di negeri ini. Pemerintah dan pihak-pihak terkait bisa melakukan kolaborasi memberikan layanan tersebut. Opsi lain adalah perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bidang telekomunikasi (seperti operator) bisa melakukan investasi dengan kolaborasi pemerintah dalam menghadirkan jaringan SMEsiS.

Bentuk SMEsIS setidaknya fleksibel bagi UMKM. Bisa berupa handphone yang serupa dengan Blackberry misalnya, atau hanya sebatas jaringan yang dikemas dalam bentuk software dan diakses melalui komputer, atau bahkan berbagai packaging lain. Setidaknya memiliki aksebilitas fungsi yang bisa memudahkan dalam mengakses apa-apa yang dibutuhkan oleh UMKM. Yang terpenting adalah memastikan pengelolaan jaringan yang memadai dan memaksimalkan kapasitas, kuantitas dan kualitas. Dengn itu, pengembangan UMKM di Indonesia semakin baik dan inovatif.


About Inspirasi

Tabloid Inspirasi adalah tabloid dwimingguan yang berisi artikel dan opini dari para inteletual Indonesia yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung good governance. Selain itu, Inspirasi juga menerbitkan biografi para tokoh yang memiliki karya besar dalam bidangnya.

Posted on 13 April 2011, in Kata Mahasiswa. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. wah mantap nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: