Wawancara Ekslusif ” “Tidak tergoyahkan oleh gelombang resesi ekonomi..”


Prof. Dr.dr. Idrus A Paturusi, S.Pb, Sp.BO

Rektor Universitas Hasanuddin, Makasar

UKM juga merupakan sektor usaha yang memiliki nuasa kesederhanaan dan dapat dikerjakan oleh masyarakat yang tidak memiliki keterampilan dan kekurangan modal untuk mengelola lapangan usaha yang bersifat formal dan padat modal. Itulah sebabnya UKM dapat dipandang sebagai sektor yang memberikan solusi terhadap permasalahan realitas sosial ekonomi. Namun yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana daya saing dan kemampuan UKM bertahan di tengah ketatnya persaingan usaha saat ini. Untuk mendapat pemahaman lebih jauh mengenai hal ini, Redaktur Tabloid INSPIRASI melakukan wawancara tertulis dengan Prof. Dr. dr. Idrus Paturussi, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Berikut petikannya:

 

Dengan karakteristik dan problematik UKM yang seperti itu, masih pentingkah peran UKM dalam pembangunan ekonomi bangsa? Atau, haruskah kita kembali mengandalkan usaha besar dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi?

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih penting dalam pembangunan dan perekonomian bangsa. UKM merupakan basis perekonomian bangsa. Pada tahun 1996, ekonomi Indonesia terpuruk, tetapi dua tahun kemudian (1988), ekonomi Indonesia bisa bertahan karena peran UKM sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia dan bertahan terhadap krisis. Produk UKM berorientasi ekspor. Pada tahun 1997-2006 perusahaan berskala UKM mencapai 99% dari total usaha di Indonesia. Jika kita kembali menggantungkan diri pada usaha besar, ini rentan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang. Sebab, perusahaan besar mengandalkan modal besar dan  diperoleh dari pinjaman bank. UKM lebih banyak mengandalkan modal sendiri. Jadi, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru lebih besar karena dukungan UKM, bukan usaha besar. Sumbangan UKM terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 54-57%. Penyerapan tenaga kerja mencapai 96%. Sebanyak 91% UKM melakukan ekspor melalui pihak ketiga/pedagang antara. Hanya 8% yang melakukan kontak langsung dengan pembeli/importer luar negeri.

Dalam rangka pengembangan UKM, kebijakan apa yang harus menjadi orientasi pemerintah saat ini? Apakah melindungi dan membantu UKM agar dapat berkembang atau lebih ke arah meningkatkan kemandirian UKM?

Orientasi pemerintah dalam pengembangan UKM sebaiknya diarahkan pada hal-hal sebagai berikut: pertama, menciptakan atmosfir supaya lebih memiliki kredibel dan goodbill, kedua, bermitra dengan usaha yang lebih besar sejenis (terintegrasi ke belakang) merupakan suatu keniscayaan, dan ketiga, memberi kesempatan kepada UKM jadi usaha yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Apa sajakah yang harus dilakukan oleh pelaku UKM agar dapat meningkatkan daya saing usaha mereka?

Yang dapat dilakukan UKM untuk meningkatkan daya saing adalah: meningkatkan kualitas, berinovasi, dan mengembangkan produk-produk berskala kecil dan menengah, tetapi dibutuhkan oleh usaha-usaha yang lebih besar (supporting) dan merupakan salah satu rangkaian pemasok untuk usaha-usaha yang lebih besar (value change).

Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menopang daya saing dan kemandirian UKM?

Yang dapat dilakukan pemerintah untuk menopang daya saing dan kemandirian UKM adalah: pertama,      memberikan pendampingan dalam hal pengelolaan bisnis, kedua, memberikan kesempatan kepada UKM menjadi mitra utama usaha-usaha skala besar, ketiga, menghidupkan kembali pola kemitraan strategis yang pernah dilakukan.

Nilai-nilai bisnis apa yang harus ditonjolkan UKM agar mereka mampu bersaing dengan karakteristik yang mereka miliki?

Menurut saya, nilai-nilai bisnis yang harus ditonjolkan UKM di antaranya adalah: quality assurance yang dalam usahanya harus mengembangkan filosofi bahwa kualitas merupakan cara kerja UKM itu. Selain itu, reliable (ketepercayaan dan terjamin). Berikutnya yang tidak kalah penting, membangun budaya yang disebut dengan budaya kualitas yang implementasinya produk-produk itu harus memiliki quality assurance dan quality control.

Apa yang bisa dilakukan agar UKM memiliki akses yang lebih besar terhadap permodalan?

UKM harus memiliki sistem keuangan yang tertata rapi yang berkaitan dengan akuntabilitas dan memiliki goodwill serta meningkatkan usaha yang berkaitan dengan industri-industri (merupakan bagian dari value change).

Bagaimana cara meningkatkan akses UKM terhadap akses dan jaringan pemasaran?

Harus bermitra dengan usaha-usaha berskala besar. Jika perlu menjalankan strategi aliansi dan bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak dan memiliki strategi forward integration.

Bagaimana potensi UKM dalam pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah?

UKM adalah sokoguru perekonomian Indonesia yang tidak tergoyahkan oleh gelombang resesi ekonomi, karena pada umumnya sektor UKM bergerak pada basis-bisnis kebutuhan dasar.

Terkait karakter dan potensi ekonomi di daerah, misalnya Papua, sektor-sektor usaha apa saja yang dapat dikembangkan oleh UKM di daerah?

Karakter Papua sangat cocok dengan usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat lokal dan sesuai dengan potensi daerah setempat. Di Papua buah cokelat yang sangat tinggi kualitasnya ternyata telah dikenal oleh rakyat Papua dalam masa penjajahan Belanda. Mereka sudah memanfaatkan koperasi yang berhubungan langsung dengan luar negeri (Belanda dan Australia) untuk memasarkan produk mereka. Di sana ada namanya Koperasi Yawa Datum di Kabupaten Jayapura, yang bekas-bekas usaha penggergajian kayu yang mereka kembangkan pada masa Belanda masih ada. Intinya, usaha itu harus memberikan sumbangsih bagi peningkatan pendapatan penduduk lokal. Pemasaran produksi mereka harus jelas agar anggota memiliki kepercayaan dan yakin bahwa usaha yang mereka lakukan itu berjalan dengan baik.

Apa saja yang menjadi hambatan pengembangan UKM di daerah?

Hambatan UKM di daerah tetap klasik, yakni modal, sumberdaya manusia,  akuntabilitas, yakni belum bisa memisahkan kepentingan bisnis dan keluarga, peraturan daerah yang menghambat pertumbuhan UKM, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada sektor UKM.

Di antara berbagai hambatan tersebut, mana yang merupakan hambatan yang paling sulit ditangani?

Hambatan yang paling sulit adalah SDM, dan tidak bisa bedakan kepentingan keluarga dan bisnis (tidak manageble).

Selama ini kebanyakan UKM di daerah masih dikelola oleh masyarakat pendatang (bukan masyarakat asli daerah). Bagaimana cara melakukan transfer of knowledge tentang peningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui UKM kepada masyarakat asli daerah?

Transfer of knowledge dapat dilihat dari social culture, enterpreneurship, pemanfaatan peluang yang ada. Alih pengetahuan masyarakat pendatang dengan asli adalah harus bermitra dalam kegiatan UKM. Itu sebuah keharusan, bahkan jika perlu dibuatkan Perda yang mensyaratkan kemitraan itu. Perda harus menciptakan enterpreneur-enterpreneur yang memiliki potensi untuk dikembangkan dengan melakukan kebijakan corporate social responsibilty (CSR) kecil-kecilan kapasita UKM terhadap para pengusaha lokal yang memiliki kemampuan dan keinginan berusaha.

Bagaimana peran pemerintah dalam pengembangan UKM di daerah? Apa yang mestinya harus ditonjolkan?

Peran pemerintah dapat dilihat pada jawaban saya di awal tadi. Di samping itu, pemerintah dapat menampung produk UKM bila dianggap perlu.

Apa masukan Bapak terhadap persoalan pengembangan UKM di daerah?

Saya rasa, hal yang perlu dilakukan adalah: pertama, kembangkan kemitraan strategis, misalnya dengan forward   integration, backward integration, dan aliansi strategis. Kedua, memberi kemudahan akses UKM untuk memperoleh modal. Ketiga, akuntabilitas sektor UKM harus dibangun, karena ini yang menjadi masalah utama dalam pengembangan UKM.

About Inspirasi

Tabloid Inspirasi adalah tabloid dwimingguan yang berisi artikel dan opini dari para inteletual Indonesia yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung good governance. Selain itu, Inspirasi juga menerbitkan biografi para tokoh yang memiliki karya besar dalam bidangnya.

Posted on 13 April 2011, in Wawancara. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: