Memaksimalkan Potensi Energi Terbarukan

Dewasa ini, sumber energi lebih banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan 2 sektor vital, yakni: transportasi dan kelistrikan. Minyak bumi dan batubara masih menjadi sumber energi utama dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Namun seiring dengan menurunnya cadangan minyak bumi—yang diikuti dengan meroketnya harga minyak mentah dunia—dan meningkatnya kebutuhan akan sumber energi telah mendorong dilakukan usaha penghematan energi dan pencarian sumber-sumber energi baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan batubara. Di sisi lain, isu-isu tentang pelestarian lingkungan juga ikut mempengaruhi arah pencarian alternatif sumber-sumber energi baru. Selain harus ramah lingkungan, sumber energi alternatif  itu juga harus dapat diperbaharui (renewable).

 

Indonesia memiliki begitu banyak alternatif sumber-sumber energi baru dan terbarukan yang potensial, seperti: bio-fuel (bahan bakar nabati), micro-hydro (tenaga air mikro), geothermal (panas bumi), solar cell (tenaga surya), tenaga angin, tenaga arus laut, nuklir, dan sebagainya. Sayangnya, potensi sumber energi alternatif ini belum dikembangkan secara optimal. Beberapa program memang sempat dicanangkan namun semuanya layu sebelum berkembang. Lemahnya visi dan kepemimpinan menjadikan program-program, seperti: Program Langit Biru, Pengembangan Bahan Bakar Nabati, Rencana Bauran Energi Indonesia (Indonesia Energy Mix Plan) 2025, dan sejenisnya, menjadi sia-sia dan tidak jelas kelanjutannya.

 

Menyimak perkembangan yang tengah terjadi sekarang, tentu teramat sangat disayangkan tidak terlihat keseriusan Pemerintah dalam mengembangkan energy baru dan terbarukan. Selain dari tidak adanya kelanjutan program-program pengembangan energi baru dan terbarukan, kesan tersebut semakin kentara dari maju-mundurnya kebijakan pemerintah tentang subsidi dan harga BBM. Pemerintah lebih mempertimbangkan aspek-aspek politik praktis dari kebijakan tersebut, seperti: popularitas di mata rakyat, ketimbang nilai-nilai jangka panjang dan visioner dari kebijakan energi secara keseluruhan.

 

Jika pertimbangan politik praktis ini selalu dikedepankan dalam kebijakan energi (dan apapun kebijakan pemerintah yang lain), bisa dipastikan kita tidak akan pernah mampu mencapai posisi sebagai negara yang memiliki kemandirian dalam energi. Jangankan mencapai kemandirian energi, mengupayakan ketahanan energi saja sudah sulit bagi negara kita yang tengah mencoba menggenjot pertumbuhan ekonomi. Padahal, seperti yang telah berulang-ulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan, masalah penyediaan energi merupakan faktor fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

 

Kembali ke masalah energi baru dan terbarukan. Komitmen dan perhatian terhadap masalah energi baru dan terbarukan ini mutlak harus segera kembali diperkuat. Selain karena fakta bahwa sumber energi fosil semakin tipis cadangannya dan semakin fluktuatif harganya, pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan di Indonesia masih belum optimal. Padahal, beberapa negara, termasuk negara-negara tetangga, sudah mulai merancang dan membangun fasilitas pembangkit energi yang mengandalkan sumber energi baru dan terbarukan. Hal ini tidak lepas dari berbagai isu lingkungan dan perubahan iklim yang akhir-akhir ini semakin memberi tekanan negatif terhadap penggunaan energi berbasis sumber energi fosil

 

Di sisi lain, kondisi geografis wilayah Indonesia yang berupa negara kepulauan, membuka peluang untuk menggunakan pendekatan kewilayahan (lokal) dalam memanfaatkan energi baru dan terbarukan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki wilayah tersebut. Hal ini akan banyak mengurangi ketergantungan kita pada sumber energi fosil, sekaligus meningkatkan partisipasi atau kontribusi pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun ketahanan dan kemandirian energinya. Terlebih lagi, dukungan penelitian dan inovasi dari kampus-kampus dan berbagai lembaga riset telah memberi banyak pilihan bagi masyarakat kita untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan yang sesuai dengan karakteristik wilayah mereka.

About Inspirasi

Tabloid Inspirasi adalah tabloid dwimingguan yang berisi artikel dan opini dari para inteletual Indonesia yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung good governance. Selain itu, Inspirasi juga menerbitkan biografi para tokoh yang memiliki karya besar dalam bidangnya.

Posted on 4 Juli 2011, in Energi, Tajuk. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. apakah limbah tandan tersebut tidak memberikan efek negatif setelah diolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: