Greenhouse Solusi untuk Menghadapi Perubahan Iklim dalam Budidaya Pertanian

Oleh : Unang Ridwan

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB

Judul Buku       : Teknologi Rumah Tanaman untuk Iklim Tropika Basah, Pemodelan dan Pengedalian Lingkungan

Penulis             : Prof. Dr. Ir. Hery Suhardiyanto, M.Sc

Penerbit          : IPB Press

Tahun Terbit   : 2009

Kota Terbit      : Bogor

ISBN                 : 978-979-493-1684

Perubahan iklim yang terjadi saat ini telah membuat para petani banyak mengalami kerugian. Keadaan cuaca yang tidak menentu menyebabkan musim tanam dan panen tak menentu pula.Petani sulit untuk melalukan prediksi cuaca dalam masa tanam. Teknologi greenhouse atau rumah tanaman merupakan sebuah alternatif solusi untuk mengendalikan kondisi iklim mikro pada tanaman. Dalam buku ini Herry Suhardiyanto membahas bagaimana penerapan teknologi greenhouse di daerah iklim tropik seperti Indonesia sebagai upaya pengendalian lingkungan mikro tanaman.

Penggunaan greenhouse dalam budidaya tanaman merupakan salah satu cara untuk memberikan lingkungan yang lebih mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman. Green house dikembangkan pertama kali dan umum digunakan di kawasan yang beriklim subtropika. Penggunaan greenhouse terutama ditujukan untuk melindungi tanaman dari suhu udara yang terlalu rendah pada musim dingin.

Pada mulanya greenhouse yang dibangun di kawasan subtropika menggunakan kaca sebagai bahan penutup sehingga identik dengan glasshouse atau rumah kaca. Di Indonesia pembangunan greenhouse juga sering menggunakan kaca sebagai penutup. Saat ini penggunaan kaca sebagai penutup sudah banyak ditinggalkan, selain biayanya mahal fungsinya juga sudah tidak relefan lagi. Herry Suhardiyanto, guru besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB yang juga Rektor IPB merancang dan memperkenalkan greenhouse untuk kawasan iklim tropik dan menyebutnya dengan istilah “rumah tanaman” sebagai terjemahan dari greenhouse.

Cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman dapat masuk ke dalam greenhouse sedangkan tanaman terhindar dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan,yaitu suhu udara yang terlalu rendah, curah hujan yang terlalu tinggi, dan tiupan angin yang terlalu kencang. Di dalam greenhouse,parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuhan yaitu cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, pasokan nutrisi, kecepatan angin, dan konsentrasi karbondiokasida dapat dikendalikan dengan lebih mudah. Penggunaan greenhouse memungkinkan dilakukannya modifikasi lingkungan yang tidak sesuai bagi pertumbuhan tanaman menjadi lebih mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman. Struktur greenhouse berinteraksi dengan parameter iklim di sekitar greenhouse dan menciptakan iklim mikro di dalamnya yang berbeda dengan parameter iklim di sekitar greenhouse.

Pembangunan greenhouse di Indonesia yang beriklim tropik seringkali meniru tipe greenhouse dibangun di daerah subtropika. Peniruan ini menyebabkan fungsi greenhouse yang ada di Indonesia tidak berjalan dengan baik. Adaptasi tipe greenhouse untuk wilayah Indonesia sangat diperlukan untuk penyesuaian dengan kondisi iklim di Indonesia.

Di kawasan tropika basah seperti Indonesia greenhouse berfungsi sebagai bangunan perlindungan tanaman. Konsep greenhouse dengan umbrella effect sangat sesuai dengan untuk kondisi iklim di Indonesia. Salah satu adaptasi yang greenhouse yang di bangun di wilayah iklim tropic yaitu dengan adanya bukaan ventilasi baik alamiah maupun buatan. Ventilasi ini berfungsi sebagai penurun suhu di dalam greenhouse. Malaysian Agricultural Research and Development Institute mengembangkan greenhouse tipe Naturally Ventilated Tropical Greenhouse Structure (NVTGS). Strtuktur NTVGS tergolong sederhana, dengan bukaan ventilasi pada hubungan dan dinding. Dinding greenhouse tegak, sedangkan atapnya berbentuk curve.

Herry Suhardiyanto mengembangkan  greenhouse tipe modified standard peak greenhouse (MSPG) untuk wilayah Indonesia. Greenhouse ini merupakan modifikasi dari span roof atau standard peak greenhouse.

 

Modified standard peak greenhouse banyak digunakan di Indonesia karena sesuai dengan kondisi iklim Indonesia yang memiliki intensitas radiasi matahari dan curah hujan yang tinggi. Bentuk atap berundak dengan kemiringan tertentu mempercepat aliran air hujan ke arah ujung bawah atap. Bentuk atap standar peak dengan kemiringan sudut atap 250 – 300 tergolong optimal dalam mentranmisikan radiasi matahari.

Ventilasi merupakan bagian terpenting dalam rancangan greenhouse untuk wilayah iklim tropik. Ventilasi adalah proses pertukaran udara dari dalam ke luar greenhouse dan sebaliknya untuk memidahkan panas akibat radiasi matahari, menambah konsentrasi karbondioksida di udara, dan mencegah kelembaban udara agar tidak terlalu tinggi. Terdapa dua jenis ventilasi, yaitu ventilasi alamiah dan ventilasi mekanik. Ventilasi alamiah terjadi karena adanya perbedaan tekanan di dalam dan di luar tanaman akibat faktor angin dan termal. Ventalasi mekanik terjadi karena bantuan kipas angin. Luas ventilasi yang direkomendasikan adalah 60% dari luasan lantai.

Ventilasi alamiah memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan ventilasi mekanik. Ventalsi alamiah tidak membutuhkan energi listrik, tidak membutuhkan pemeliharaan, dan tidak mengeluarkan suara berisik dari putaran kipas. Pengendalian laju ventilasi alamiah dapat dilakukan dengan pembukaan dan penutupan lubang ventilasi. Pengaturan ventilasi alamiah agar tetap kontinu lebih sulit dilakukan karena faktor-faktor yang mempengaruhinya sulit dikendalikan. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah perbedaan suhu udara di dalam dan di luar greenhouse serta arah dan kecepatan angin. Parameter rancangan greenhouse yang mempunyai pengaruh besar terhadap laju ventilasi alamiah antara lain adalah luas dan posisi bukaan ventilasi dinding dan atap serta panjang, lebar, dan tinggi greenhouse.

Bahan penutup untuk greenhouse tropis tidak lagi menggunakan kaca tetapi menggunakan screen. Screen bisa digunakan untuk menutup bagian ventali saja atau menutup seluruh struktur bangunan greenhouse. Screen yang digunakan untuk menutup seluruh bagian greenhouse memiliki ukuran mesh yang lebih kecil dibanding dengn screen ventilasi. Greenhouse yang menggunakan screen sebagai penutup disebut juga dengan screenhouse.

Ketika suhu udara di dalam greenhouse sangat tinggi, penurunan suhu udara dengan hanya menggunakan ventilasi saja tidak efektif. Sebagai metode tambahan digunakan yaitu zone cooling. Zone cooling sudah dikembangkan oleh Herry Suhardiyanto sejak tahun 1990-an sebagai alternatif pengendalian suhu udara dan kelembaban udara tinggi. Dalam zone cooling, penurunan suhu dilakukan secara terbatas dengan mengalirkan udara dingin ke sekitar tanaman atau mengalirkan larutan nutrisi yang didinginkan ke daerah perakaran. Meskipun suhu udara di dalam greenhouse tinggi, tetapi apabila suhu di daerah perakaran dapat dipertahankan cukup rendah, maka pertumbuhan tanaman akan cukup baik.

Dari segi fungsional teknologi greenhouse ini bisa menjadi solusi petani dalam menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu karena dalam greenhouse lingkungan bisa dikendalikan bagaimana pun kondisi lingkungan di luar greenhouse. Namun, dari segi keekonomisannya greenhouse belum bisa diterapkan dengan maksimal. Investasi yang dikeluarkan untuk membangun greenhouse cukup tinggi. Selama ini tanaman yang dibudidayakan di dalam greenhouse hanyalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti paprika, tomat, dan bunga-bungaan.  Herry Suhardiyanto dalam buku ini tidak menyebutkan nilai kebutuhan investasi real dan efisiensi ekonomi penggunaan greenhouse dalam agribisnis.

About Inspirasi

Tabloid Inspirasi adalah tabloid dwimingguan yang berisi artikel dan opini dari para inteletual Indonesia yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung good governance. Selain itu, Inspirasi juga menerbitkan biografi para tokoh yang memiliki karya besar dalam bidangnya.

Posted on 11 Juli 2011, in Resensi. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. sebetulnya ini bisa menjadi solusi bagi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

  2. detal udah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: