Bisnis Internet, Sudahkah Menyentuh UKM?

Ketika ditanya apa keuntungan yang bisa didapat UKM kalau benar-benar mengoptimalkan fungsi Internet, Adi Trisnanto, Sekjen Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I),  menyatakan bahwa fungsi paling mudah dari internet ini adalah email. Tapi, banyak fungsi internet yang bisa dimanfaatkan oleh UKM dari mulai berinteraksi dengan konsumen, membeli, memesan produk, menerima umpan balik dari konsumen untuk meningkatkan brand produk UKM. “Saya khawatir saat ini penggunanaan internet baru sebatas email itu manfaat tapi manfaat itu belum optimal,” katanya.

Hal itu dipaparkan dalam acara Mata Mahasiswa di TVRI yang ditayangkan pada 20 Juni 2011 pukul 22.00 WIB dengan tema “Bisnis Internet, Sudahkan Menyentuh UKM” bersama narasumber pendamping lainnya, seperti: Ir. Hari Katana, MM (Anggota Komisi VI DPR RI) dan Nedi Rafinaldi Halim (Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementrian Koperasi dan UKM). Sementara, narasumber dari kalangan mahasiswa adalah: Riki Rahman Permana (Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina), Bayu Dirgantara (Fakultas Ilmu Komunikasi, IISIP Jakarta), dan Bryan Gunawan (Fakultas Ekonomi, Universitas Bina Nusantara)

Sementara, Nedi Rafinaldi Halim dari Kementerian Koperasi dan UKM berpandangan bahwa  sebenarnya UMKM kita sudah siap untuk mengakses teknologi yang dapat meningkatkan usahanya. Problemnya adalah asset dan modal yang dimiliki. Untuk mengakses teknologi internet yang cenderung mahal Usaha yang asetnya kecil harus menyisihkan sebagian besar dari asetnya tapi ini mustahil. Untuk usaha menengah ke atas gak ada macula, mereka sudah terbedaki oleh yang namanya internet. “Untuk itu kita harus mendorong usaha kecil yang terbesar hampir di seluruh pedesaan untuk bisa mengakses internet dari mulai pendidikan penggunaan internet sampai bantuan fasilitas,” tambahnya.

Hari Katana, Anggota DPR dari Komisi VI menambahkan bahwa para anggota DPR selalu berpikir apakah kita ingin mencapai keadilan dan kemakmuran. Untuk mencapai keadilan dan kemakmuran itu ada pembangunan nasional. Dalam pembangunan ekonomi, faktor yang mendukung salah satunya adalah ICT (Information Communication Technology). “Ini sangat berperan penting. Sekarang internet itu sudah bisa memiliki fungsi transaksi. Kalau transaksi di internet besar ekonomi kita kan maju. Kita cukup berbisnis di rumah, dan semuanya dapat berjalan,” jelasnya.

Dalam pandangan mahasiswa, masalah penguasaan internet juga dianggap sebagai hal penting bagi UKM. Riki Rahman dari Universitas Paramadina mengemukakan bahwa penetrasi Internet di Indonesia diprediksi tahun ini mencapai 18% dan itu akan terus bertambah. UKM dalam rencana pembangunan 2005-2025 ditempatkan sebagai sektor strategis yang akan mengembangkan ekonomi kita. Dengan bertambahnya penetrasi internet dan posisi UKM yang strategis diharapkan bisnis UKM itu berkembang lebih cepat dan efisien.

Pernyataan Riki dikomentari oleh Bayu Dirgantara dari IISIP. Ia berpendapat bila penetrasi internet yang 18% ini adalah peluang bagi usaha pemula yang modalnya masih kecil dan masih modal nekad. Sekarang orang sudah malas nonton TV. Orang lebih merasa praktis dengan ponsel, apalagi sekarang banyak sekali yang sudah memiliki ponsel cerdas (smartphone). Orang bisa mengakses intern melalui ponsel mereka. “Internet itu direct market. Kita tidak perlu punya kantor, tidak perlu punya tempat untuk berdagang,” katanya.

Bryan Gunawan dari Universitas Bina Nusantara pun sependapat dengan pendapat kedua rekannya. “Kita sudah sepakat bahwa internet itu sangat bermanfaat. Pertanyaannya sekarang bisa atau tidak. Kalau dilihat dari permodalan, sebenarnya itu tidak mahal, komputer saja sekarang sudah 1-2 juta. Pasar smartphone lima kali lipat dari tahun sebelumnya. Saya berpikir ketika membuka bisnis online, pemerintah bisa membuat portal pasar online yang setiap orang bisa masuk ke sana. Sekarang apakah pemerintah sudah membuat itu? Itu tidak terlalu mahal. Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah?” tanyanya menggugat.

Pada sesi berikutnya, Riki mengungkapkan bahwa masalah yang dihadapi UMKM ini ada dua, teknis dan non teknis. Yang pertama, masih banyak daerah yang belum terhubung dengan internet. Yang kedua, masalah SDM dan psikologis. Bisnis internet kebanyakan masih oportunistik, sekedar untung-untungan, coba-coba. Bukan sebagai strategi utama. “Transaksi secara offline pun masih banyak yang ditipu apalagi online yang gak tahu siapa penjual dan pembeli. Pemerintah harus membantu kesiapan psikologis UKM ini,” katanya.

Bayu menambahkan bahwa akan sangat disayangkan bila di satu daerah ada potensi usaha yang bagus, tapi kita tidak tahu. “Masalah di kementerian ada portal saja, kita dari mahasiswa baru tahu sekarang, apalagi orang-orang di daerah..” katanya.

Sedangkan Bryan menyoroti masalah masalah klasik yang masih dihadapi masyarakat di daerah, yaitu pasokan listrik yang tidak cukup, sering terjadi pemadaman bergilir. “Jadi, bagaimana kita optimalkan daerah untuk berkembang?” tanyanya.

About Inspirasi

Tabloid Inspirasi adalah tabloid dwimingguan yang berisi artikel dan opini dari para inteletual Indonesia yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung good governance. Selain itu, Inspirasi juga menerbitkan biografi para tokoh yang memiliki karya besar dalam bidangnya.

Posted on 8 Agustus 2011, in Ekonomi, Mata Mahasiswa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: