Koperasi Indonesia, Saatnya Menentukan Arah

Novialdi

Serupa tapi tak sejalan, begitulah perumpamaan yang paling tepat untuk menggambarkan tumbuh dan berkembangnya koperasi di negara maju dengan negara berkembang. Di negara maju, koperasi muncul sebagai sebuah gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar. Hal inilah yang membuat koperasi yang ada di negara maju tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar sehingga memiliki posisi tawar dan kedudukan penting dalam tatanan kebijakan ekonomi.

Sebaliknya, di negara berkembang, termasuk salah satunya Indonesia, koperasi lahir untuk menjadi sebuah institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan kepentingan kesejahteraan masyarakat begitu ditonjolkan di negara berkembang.

Di Indonesia, koperasi muncul sejak zaman penjajahan, kemudian setelah merdeka koperasi memiliki suatu posisi khusus sebagai soko guru pembangunan indonesia. Tetapi kenyataan yang ada saat ini, jangankan untuk menjadi soko guru pembangunan, untuk mampu mandiri dan bersaing dengan swasta saja rasanya kemampuan koperasi di Indonesia masih terlalu jauh. Hal ini terjadi karena selama ini koperasi dikembangkan dengan dukungan kuat pemerintah dengan pemfokusan pengembangan koperasi dalam 3 sektor, yakni: program pembangunan secara sektoral, lembaga-lembaga pemerintah, dan perusahaan baik BUMN atau swasta. Dukungan pemerintah terhadap koperasi memang terlihat baik di luar, tetapi implikasi dari tindakan itu membuat keterlibatan masyarakat luas kurang berkembang dan memiskinkan kreatifitas dan kemandirian karena terus disuapi oleh pemerintah.

Kurangnya kemandirian ini memunculkan ketergantungan terhadap dukungan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan koperasi dengan selalu berharap pemerintah meluaskan captive market program. Selain itu, faktor lain yang membuat koperasi Indonesia saat ini belum mampu bersaing dengan swasta atau institusi pendukung ekonomi lainnya ialah tata kelola organisasi yang jauh dari ideal. Tata kelola organisasi dari koperasi saat ini terlihat sangat kompleks, rumit, dan tidak fleksibel. Tentunya hal ini jauh jika dibandingkan dengan sektor swasta yang telah memiliki standar tata kelola perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja.

Ketidakmampuan untuk bisa mandiri serta mengelola internal koperasi untuk bisa memenuhi tuntutan dunia usaha, berkontribusi untuk menyejahterakan masyarakat, dan para anggotanya, serta memperluas pangsa pasar, memunculkan pertanyaan besar: masih relevankah koperasi dalam era globalisasi saat ini dan di masa yang akan datang? Ditambah lagi, pendekatan pengembangan koperasi yang dianut di Indonesia saat ini yang menjadikan koperasi sebagai instrumen pembangunan terbukti menimbulkan kelemahan dalam menjadikan dirinya sebagai koperasi yang memegang prinsip-prinsip dasar serta sebagai badan usaha yang kompetitif.

Namun, relevan atau tidaknya tentu tidak bisa sembarang kita menjawabnya. Karena koperasi di Indonesia, bagaimanapun kondisinya saat ini, tetap memiliki peranan dan tujuan penting yang harusnya bisa menjadi booster bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Peranan nyata yang jelas membawa sebuah kemanfaatan yakni koperasi memiliki perhatiandan kepedulian terhadap aspek-aspek sosial seperti pendidikan, suasana sosial kemasyarakatan, pelestarian lingkungan hidup, serta pengembangan masyarakat. Tentunya semua hal ini tidak kita dapati dari institusi swasta yang notabene memiliki fokus yang luar biasa untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal dalam proses operasi perusahaan.

Dalam perspektif yang lebih makro, perekonomian ibarat sebuah bangunan yang terdiri dari berbagai pelaku yang dikenal dengan kelompok produsen dan kelompok konsumen. Sedangkan di dalam negara berkembang, organisasi ekonomi dari masing-masing pelaku menjadi semakin kompleks. Karena selain pemerintah dan swasta, sebenarnya masih ada dua kelompok lain yakni koperasi dan sektor rumah tangga. Oleh karena itu, secara konseptual dan empiris peran koperasi memang masih tetap diperlukan oleh perekonomian Indonesia saat ini yang masih menganut sistem pasar. Besarnya peranan tersebut tentu sangat bergantung dari tingkat pendapatan masyarakat, tingkat pengetahuan, kesadaran masyarakat serta struktur pasar dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara.

Tentu sah-sah saja jika dikatakan jalan untuk reformasi kelembagaan koperasi menuju koperasi dengan jati dirinya akan menjadi agenda panjang yang penuh dengan tantangan. Tetapi semua masalah itu tak menjadi beban jika koperasi yang ada di Indonesia saat ini  segera menentukan arah dalam melangkah menuju persaingan global. Karena jika tidak, maka bersiaplah koperasi yang ada di Indonesia untuk tergilas dalam roda perubahan ekonomi global. Tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan dan diubah untuk kembali dalam jalur perkembangan yang baik. Menganalisis permasalahan yang terjadi maka dapat dirumuskan beberapa langkah bagi koperasi untuk bangkit dari stagnansi yang hadir saat ini.

Meningkatkan capacity building

Capacity building di koperasi merupakan sebuah keharusan, terutama dalam pengembangan teknologi, sistem operasi organisasi dan instrument organisasi serta—yang terpenting ialah—bagaimana koperasi bisa mengembangkan sumber daya manusia yang tersedia. Perhatian terhadap ketiga faktor ini harus menjadi fokus utama koperasi untuk mampu bersaing dengan alternatif bentuk institusi ekonomi lain. Ketiga hal ini akan menjadi pilar yang kokoh bagi koperasi untuk bisa terus mengembangkan sayap-sayap bisnis yang bisa dijalankan koperasi dengan tetap berusaha berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas serta anggota koperasi itu sendiri.

Langkah konkret tentunya harus dilakukan, bukan semata hanya menyentuh tataran konsep saja untuk bisa melakukan perbaikan. Untuk bisa berakselerasi mengejar ketertinggalan, koperasi di Indonesia idealnya perlu untuk memberikan pelatihan SDM di dalam koperasi. Tentu tidak hanya menyangkut bagaimana menjalankan sebuah koperasi yang baik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai peluang pasar, teknik produksi, pengawasan kualitas (dengan pelatihan bagaimana mendapatkan ISO), meningkatkan efisiensi dan training kewirausahaan untuk membentuk kemampuan serta kreatifitas dalam menjalankan bisnis. Training ini juga akan menghasilkan output peningkatan baik untuk koperasi maupun untuk SDM yang ada di koperasi.

Memiliki database koperasi yang komprehensif

Melihat jauh tertinggalnya koperasi dibandingkan institusi ekonomi lainnya, rasanya sudah waktunya bagi pemerintah, dalam hal ini Kemenkop dan UKM, memiliki database lengkap dengan detail yang dimiliki. Misalnya, jumlah koperasi produsen menurut komoditi, daerah, bentuk, serta orientasi pasar seperti yang dilakukan oleh FAO untuk data pertanian dunia dan perbankan nasional untuk data debitur. Hal ini tentunya jelas sangat berguna karena informasi yang didapatkan jika dimanfaatkan dan diolah dengan baik dapat memberikan manfaat bagi perkembangan koperasi di masa yang akan datang.

Membuat standar manajemen tata kelola dan strategi umum koperasi

Dengan tata kelola yang baik serta strategi umum yang biasa digunakan oleh korporat swasta, maka sedikit banyaknya koperasi dapat mengejar ketertinggalan dalam proses operasi yang dilakukan selama ini. Apalagi jika koperasi dapat menerapkan teknologi jaringan informasi yang banyak dilakukan oleh swasta, hal ini akan sangat mengangkat kinerja dan produktifitas bisnis dari koperasi Indonesia.

Tentunya seluruh hal ini bisa memberikan dampak yang baik jika pihak-pihak yang peduli dan berkecimpung dalam dunia koperasi Indonesia mau bekerja bersama-sama untuk melihat perbaikan dan kemajuan koperasi Indonesia untuk bisa sejajar dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia  serta untuk usaha mensejahterkan masyarakat saat ini dan di waktu yang akan datang.

About Inspirasi

Tabloid Inspirasi adalah tabloid dwimingguan yang berisi artikel dan opini dari para inteletual Indonesia yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung good governance. Selain itu, Inspirasi juga menerbitkan biografi para tokoh yang memiliki karya besar dalam bidangnya.

Posted on 8 Agustus 2011, in Kata Mahasiswa. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: