Industri Hilir Kelapa Sawit

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2010, data ekspor Indonesia di beberapa komoditi besar dan rangking dunia, produktivitas kelapa sawit mencapai 20,4 juta ton dan menempati ranking satu dunia, dengan share di dunia sebesar 74%. Data itu menunjukan prestasi yang luar biasa dalam perkebunan kelapa sawit kita, namun masih sangat disayangkan, apa yang diekspor itu merupakan masih produk hulu alias masih berbentuk CPO (Crude Palm Oil) saja.

Menurut Ketua Masyarakat Kelapa Sawit, Prof. Tien R. Muchtadi, dalam acara Bincang Malam Mata Mahasiswa di stasiun TVRI pada 15 Agustus 2011 lalu,  perlu ada top down policy untuk memaksa para pengusaha sawit ini lari ke industry hilir supaya   tidak hanya ekspor CPO. Kalau kita ekspor gliserinya, surfaktanya, atau produk hilir yang lainnya itu uangnya bisa berpuluh-puluh kali lipat. Melalui MP3EI ini diharapkan ada percepatan indsutri hilir sawit. Yang terjadi sekarang jual CPO keluar diolah dan dibeli lagi produk hilirnya.

Dalam acara yang ditayangkan tiap Senin, pukul 22.00 WIB mengangkat tema “Prospek Industri Hilir Kelapa Sawit” yang hadir sebagai nara sumber lain adalah M. Romahurmuzy, Ketua Komisi IV DPR-RI, Arian Wargadalam dari Kementerian Perindustrian serta kalangan mahasiswa diwakili oleh Adin Jauharudin, Ketua Umum PB PMII, Twedy Noviandi, Ketua GMNI, dan Jhony Rahmat, Ketua GMKI.

Menyikapi prospek industri hilir kelapa sawit, M. Romahurmuzy mengatakan prinsipnya   bagaiamana added value itu terjadi dalam negeri. Namun, di luar masalah added value itu ada masalah ownership. Secara basis negara kita memang produsen terbesar sawit dunia, tetapi sebenarnya siapa yang memiliki lahan-lahan sawit ini. Itu mayoritas dimiliki asing, termasuk tetangga kita Malaysia. Banyak dari produk keseharian kita sabun, pasta gigi, dan sebagainya diproduksi dalam negeri tapi dimiliki oleh asing. Untuk itu melalui undang-undang holtikultura kepimilikan asing dibatasi hanya 30%. UU ini mendapat perlawanan yang dilakukan oleh Ornop yang tentunya dibiayai oleh asing. Ada upaya untuk membatalaknnya itu bertentangan dengan UU untuk memberikan keleluasaan usaha kepada setiap warga yang ada, dan UU penanaman modal.

Sementara Arian Wargadalam menandaskan, dari Kementerian Perindustrian diberi tugas untuk mempercepat industri di MP3EI ini, kebijakan yang sedang digodok sekarang adalah pemberian insentif dan juga disinsentif untuk tidak mengekspor bahan baku. Kita juga mendukung infrastruktur karena itu adalah kunci untuk percepatan industri.

Sedangkan bagi para mahasiswa menyikapi, menurut Adin Jauharudin dalam kelapa sawit ini belum ada kebijakan yang menyeluruh. Ada tiga hal yang disorotinya,  pertama,  adalah dukungan pemerintah. Belum ada kebijakan yang terintegrasi dalam kepala sawit ini. Kedua,   kemampuan kita dalam mengolah kelapa sawit ini belum baik. Ketiga adalah masalah black campaign asing. Jadi intinya, disini ada DPR, pemerintah, dan peneliti  harus bahu membahu mendorong industri kelapa sawit ini.

Twedy Noviadi, justru menyoroti pernyataan M. Romahurmuzy soal kepemilikan asing di ibu pertiwi ini yang dianggapnya sudah dalam bentuk kolonialisme baru. Ia pun mempertanyakan untuk indsutri hilir adalah pelaku industry hulu ini tidak maksimal dan akan terjadi monopoli. Kenapa pemerintah tidak mendorong pelaku-pelaku ekonomi baru agar massif. Kemudian,  masalah pasar,  pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur yang baik untuk pemasarannya.

Bagi Jhony Rahmat mengatakan sawit ini ada bukan hari ini, tapi sudah sejak lama. Harusnya pemerintah melakukan evaluasi dimana kelemahannya dimana kekuatannya. Dan produknya ada regulasi, karena semua bermuara ke sana.  Banyak kebijakan yang tumpang tindih misalnya antara pertanian dan kehutanan. Pemerintah juga belum siap bagaimana membuat regulasi agar masyarakat di sekitar sawit itu merasakan manfaat dari keberadaan sawit. Sekarang sebagian besar kebijakan itu tidak prorakyat tapi pro bisnis.

Kalau dilihat prospek industri hilir dari kelapa sawit, Prof. Tien memaparkan begitu banyak turunan dari kelapa sawit, dari buah sawit, dari sabutnya kita dapat CPO (Crude Palm Oil). Dari intinya yang disebut kernel kita dapat minyak kernel atau Crude Cernel Oil (CCO). Dari sabutnya aja, setelah dipress kemudian disaring, yang tidak ke saring itu ada sludge. Sludge-nya bisa dibikin pakan ternak, pupuk, pulp, papan partikel dan lain-lain. Dari minyaknya bisa dibuat minyak goreng, gilserin, BBM, pelumas, provitamin A dari minyak yang masih merah, Vitamin E dan banyak lagi. Dari kernel bisa dibuat minyak goreng, pupuk, dan sebagainya. Jadi begitu banyak sekali produk hilir sawit.

Ditambahkan oleh M. Romahurmuzy,  sawit itu bisa untuk 4 F yang pertama itu Food (Pangan), Feed (Pakan), Fuel (energy), dan Fiber (serat). Yang diperlukan  pemerintah adalah pertama adalah struktur atau konsistensi bea masuk terhadap produk hilir, yang kedua adalah strukutur bea ekspor untuk bahan baku. Yang ketiga adalah pemberian insentif bagi pengusaha yang bergerak di Industri hilir.

Sedangkan Arian Wargadalam, memaparkan industri hilir kelapa sawit itu merupakan investasi terbuka, siapa saja boleh masuk tidak harus yang sudah punya di hulu. Pemain di kelapa sawit ini juga banyak sampai ratusan. Sekarang baru tiga wilayah yang ditetapkan sebagai pusat industri hilir kelapa sawit karena di daerah itu sudah banyak menghasilkan kelapa sawit. Pemerintah juga mendukung untuk penyediaan infrastruktur. Pelabuhan diperlukan untuk konektifitas antar pulau. Juga jalan raya untuk mengangkut minyak sawit ke pabrik.

About Inspirasi

Tabloid Inspirasi adalah tabloid dwimingguan yang berisi artikel dan opini dari para inteletual Indonesia yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung good governance. Selain itu, Inspirasi juga menerbitkan biografi para tokoh yang memiliki karya besar dalam bidangnya.

Posted on 27 September 2011, in Pertanian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: